KENIKMATAN YANG MENETAP
Sikap pura-pura tidak kecewa, bisa juga disebut sabar. Tapi ada sabar yang lebih dari itu, yaitu ketika mampu berbuat baik saat tidak diperlakukan baik. Diperlukan hati yang begitu lapang untuk melakukan itu. Selapang hatinya para Nabi yang harus kita teladani. Dimanakah tingkatan sabarmu? Atau apakah yang menggerakkanmu? Karena terkadang ada yg memilih berbuat baik meski dalam hati sedang menahan rasa kecewa. Apakah itu suatu keterpaksaan? Atau cara bertahan hidup? Terlalu sulit untuk menentukan sikap, harus berpihak atau menyalahkan. Karena bisa jadi keduanya benar. Asalkan tidak berpikir sewaktu-waktu untuk membalas, demi secuil balasan berupa pahala, masih oke bagiku yang tempatnya salah dan khilaf ini. Biar lelah, biar sakit, semua akan hilang. Tapi pahala akan menetap selamanya. #intanratu


