LURUSKAN NIAT

Siapa yang lebih agamis?

Agama itu bukan hanya dari kata-kata.

Tapi dari praktek sehari-hari.

Sedang Islam itu sendiri menyerap segala kebaikan yang ada di muka bumi.


Mudahnya menyebut satu kata 'amanah'. Tapi dalam prakteknya, banyak orang yang tidak mampu.


Kita harus pintar-pintar melihat kebaikan orang lain. Kita tak pernah tahu, pahala apa yang dia punya. Mungkin dia pernah melimpahkan bakti merawat orangtuanya saat sakit. Berkorban waktu, tenaga, uang, dan jauh dari keluarganya sendiri diwaktu orangtuanya lagi butuh-butuhnya kepada dirinya.


Pernahkah merawat orang sakit? Dia berbulan-bulan bolak balik rumah sakit untuk menebus resep dokter, menyuapi makan, hingga membasuh kotoran ibunya. Sedang kamu diminta menaruh handuk pada tempatnya saja masih tidak bersabar.


Mungkin dia seorang perempuan yang melepas segala kepentingan pribadi demi mentaati suami, dan memenuhi keperluan anak-anaknya. Dia sanggup menahan banyak kepedihan, mengeluarkan banyak keringat, juga menyembunyikan air matanya, tulus karena Allah SWT. Sedang kamu butuh argumen yang begitu panjang untuk mengalah dengan suami.


Banyak kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa jadi kamu bahkan tidak lebih baik daripada mereka dalam hal itu.


Maka, di luar ranah kita menilai kualitas orang. Kita bukan hakim yang berhak menyebut orang lain isi (ahli) neraka.


Bila ingin mengajak orang lain perihal agama, bicaralah dengan baik.


Jangan menyinggung.


Apalagi memaksa.


Luruskan niat, saat ingin mengajak orang lain alasannya karena kita sayang padanya. Maka ajaklah dengan cara-cara yang penuh kasih sayang pula. Lalu doakanlah tanpa sepengetahuannya.


Agar tidak putus silaturrahim dan menghindari permusuhan.


Wallahu'alam.


#intanratu

Komentar

Postingan Populer